Yuk langsung ke topik pembahasan.. ehh sebelumnya aku sendiri Cadel mau curhat dulu,. tp jangan tertawain ak yah ... :)
Waktu kecil, cadel huruf R ini menjadi bahan olok-olok yang membuat aku minder. Sering aku diejek supaya mengucapkan "Ular Melingkar di Pagar Bundar","Ular Lari Lurus" Hal ini sering membuat aku marah tapi hanya aku simpan dalam hati. Bibir tersenyum namun hati tersayat-sayat, hehehe... hanya karena aku memiliki ranking bagus di sekolah (bukan belagu :-P) yang membuat aku mampu menepis rasa minder dan jika perlu melakukan kick balik :-).
Banyak orang bilang, orang cadel huruf R biasanya bagus berbahasa Inggris. Entah benar entah hanya ilusi, yang jelas nilai bahasa Inggris aku selalu bagus meski kemampuan lisan masih kalah dari Mickey Mouse.
Saat beranjak dewasa, sesekali masih ada yang mempermasalahkan dan mengejek cadel huruf R ini. Kadangkala aku heran, apa benefit yang dipetik kalau mengejek hal seperti ini ? Mungkin maksudnya sekedar bercanda atau sekedar guyon atau juga lebih karena tidak ada bahan untuk melawan argumentasi kala berdiskusi, namun, pikir aku, akan lebih elegan jika masalah cadel huruf R ini tidak dipermasalahkan, apalagi dijadikan sebagai bahan olok-olok.
Banyak memang, orang yang cadel huruf R namun mampu mengatasi rasa minder dan menganggapnya sebagai sesuatu yang lumrah serta tidak bermasalah, namun banyak juga yang merasa risih jika hal ini dipermasalahkan, apalagi jika pengalaman olok-olok masa kecil masih membekas.
Sebagai salah seorang yang cadel huruf R dan pernah mengalami masa diolok-olok saat kecil, aku menyarankan jika satu saat anda berjumpa dengan orang yang cadel, tidak usahlah dipandang secara berbeda, apalagi mengolok-oloknya. Bercandapun, pikir aku mesti lihat-lihat. Meski masih bisa tersenyum, hati ini terasa pilu (caelah :-)). Canda untuk cadel huruf R terus terang saja, tidak lucu, tidak juga bermanfaat.
Saat ini, jika masih ada yang mengejek aku soal cadel huruf R, aku tidak mempedulikannya. Namun, jika berkali-kali atau terus menerus mengejek soal cadel huruf R, tentu saja aku tidak lagi respek.
Buat rekan-rekan yang mengalami cadel huruf R, keep it simple. Dunia nggak runtuh hanya gara-gara kita tidak bisa mengucapkan huruf R.
ketidakmampuan seseorang untuk mengucapkan suatu huruf, sehingga akan mengucapkan suatu huruf menjadi huruf lainnya (yang paling umum adalah mengucapkan 'R' menjadi huruf 'L'). Ketidakmampuan ini umumnya dialami pada usia anak-anak. Namun adapula orang yang cadel hingga usia dewasa
2. Faktor lingkunganKemampuan mengucapkan kata-kata, vokal dan konsonan secara sempurna, sangat bergantung pada kematangan sistem saraf otak, terutama bagian yang mengatur koordinasi motorik otot-otot lidah. Untuk mengucapkan konsonan tertentu, seperti R, diperlukan manipulasi yang cukup kompleks antara lidah, langit-langit, dan bibir.
Cara mengatasi:
Orangtua harus meluruskan dengan cara menuntun anak melafalkan ucapan yang benar. Tetapi ingat, orangtua tak boleh memaksakan anak harus langsung bisa, apalagi jika saat itu belum tiba waktu kematangannya untuk mampu melakukan hal tersebut. Pemaksaan hanya membuat anak jadi stres, sehingga akhirnya dia malah mogok berusaha meningkatkan kemahiran berbahasanya. Lakukan pula kerjasama dengan guru, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih maksimal.
3. Faktor psikologisMisal, karena meniru orangtuanya. Banyak orangtua yang menanggapi cadel anaknya dengan kecadelan pula. “Jangan naik pagel (pagar, Red).” Akibatnya, malah bisa membuat anak jadi terkondisi untuk terus bicara cadel. Padahal saat anak belajar berbicara, ia bisa mengucapkan suatu kata tertentu karena meniru. Nah, kalau orangtua atau orang-orang yang berada di lingkungan terdekatnya berkata cadel, ia akan berpikir, itulah yang benar. Jadilah ia cadel sungguhan. Begitu juga jika ayah atau ibunya cadel (sungguhan). Kemungkinan, anak tak pernah mendengar dan belajar bagaimana seharusnya mengucapkan konsonan tertentu.
Cara mengatasi:
Orangtua harus menghentikan kebiasan berkata cadel dan melakukan koreksi. Amati dengan jeli. Contoh, bila hari ini bisa namun keesokan harinya tidak bisa, maka tugas orangtua segera mengoreksi dengan menyebutkan yang sebenarnya. Mintalah kepada anak untuk mengulanginya beberapa kali. Namun, jangan memaksa. Berikan penghargaan bila ia kembali mampu mengucapkannya dengan baik. Jika orangtua memang cadel, mintalah orang-orang yang berada di lingkungan terdekat untuk memberikan stimulasi kepada anak.
Contoh, untuk menarik perhatian orangtuanya karena kehadiran adik. Yang semula tidak cadel, tiba-tiba menjadi cadel karena mengikuti gaya berbicara adiknya.
Cara mengatasi:
Orangtua harus menunjukkan bahwa perhatian kepadanya tidak akan berkurang karena kehadiran adik. Selain itu, orangtua juga harus terus mengajak anak bicara dengan bahasa yang benar, jangan malah menirukan pelafalan yang tidak tepat.
Nah,. aku CadeL karna Faktor yang ketiga yakni Psikologis,kata orang tuaku sewaktu ak masi TK ak engga CadeL, Sekian dulu dari aku. CMIIW. Read More..























